Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara: Lumbung Jumpa Indonesia dan Asia


Sastra Indonesia adalah sastra-sastra lokal yang berjumpa di rumah Bahasa Indonesia. Penulis dan guru besar Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta Suminto A. Sayuti mengungkapkan dalam  Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara (SAKAT) ke-13: "Teori dan Kritik Sastra Loka (Sastera Tempatan)", Jakarta, (11/9/17). “Sastra Indonesia, walau masih sangat hipotetis, sebenarnya sastra lokal. Hampir semua pengarang berangkat dari lokalitas masing-masing. Dia dirumahkan dalam bahasa Indonesia jadi sastra Indonesia,” jelasnya.

Resmikan Perpusnas RI, Presiden: Durasi Baca Generasi Z Makin Pendek


Toleransi durasi baca Generasi Z makin pendek. Demikian sebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. “Toleransi durasi baca mereka makin pendek. Dalam 3 menit pertama tulisan tidak menarik, langsung tidak mau membaca sisanya. Judul tidak menarik, langsung dilewati. Buku yang susah dicari, mereka juga tidak mau baca,” ungkapnya saat Peresmian Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional RI, Medan Merdeka Selatan, Jakarta (14/9/17).



Revolusi Digital

Generasi Z adalah anak-anak yang lahir  di tengah 1990-an hingga medio 2000. Presiden menyasar mereka karena merekalah masa depan Perpusnas.  

“Masa depan Perpusnas artinya bagaimana meningkatkan minat baca anak kita. Generasi Z punya pola pikir dan perilaku jauh berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka lebih senang baca di smartphone,” tuturnya.
   
Maka, Presiden berharap Perpusnas memiliki kecepatan sistem dalam melayani mereka yang ingin serba cepat.

“Kecepatan sistem melayani jadi hal yang sangat penting. Karena generasi sekarang mau apa-apa tinggal klik. Saya kira yang hadir di sini juga sama,” imbuhnya.

Kita pesan makan, mau berbelanja, tinggal klik. Begitu pula saat membaca buku di era terobosan digital ini. Di era klik, revolusi digital solusinya. Wabilkhusus di bidang perbukuan. 

“Semua berkembang dengan cara yang tidak diduga. Inovasi cepat sekali. Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal,” tandas Presiden Jokowi.



Tes Perpusnas

Presiden juga mengingatkan, agar Perpusnas tidak lantas puas usai peresmian. Tapi langsung berbenah dan melengkapi.

“Perpusnas jangan cepat puas dengan peresmian ini. Karena perkembangan disruptive inovation itu tiap jam, menit, detik. Perhatikan dan pelajari bagaimana orang mengonsumsi buku. Lalu sesuaikan layanan dengan tren yang ada,” sarannya.

Layanan Perpusnas termasuk e-resources, e-book, dan e-journal. Presiden tegaskan lagi komitmen tersebut.   

“Saya mau tes. Benar tidak sudah full digital? Atau baru namanya saja elektronik. Nanti diam-diam saya suruh orang coba layanan Perpusnas baru ini. Akan saya cek. Saya tes dengan cara saya,” sebutnya.

Hadir menteri kabinet kerja mendampingi Presiden meresmikan perpustakaan berbiaya lebih dari Rp 500 miliar itu. Tampak Mendikbud Muhadjir Effendy, Mendikti M. Nasir, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat, dan Kepala Perpusnas M. Syarif Bando. 
















Teladan Utsman bin Affan dalam Asuransi Syariah Sun Life



Saudaraku, maukah kutunjukkan amalan dengan pahala yang terus mengalir meski kita sudah berpulang nanti? Head of Shariah Unit PT Sun Life Financial Indonesia (Sun Life), Srikandi Utami mengungkapkan, berwakaf kini lebih fleksibel melalui Asuransi Syariah Sun Life. “Berwakaf di asuransi syariah sangat mudah sekali. Kita bisa berwakaf semasa hidup, juga saat berpulang nanti. Wakaf dikelola nadzir-nadzir yang terdaftar di BWI (Badan Wakaf Indonesia). Hasil pemanfaatan jadi amal jariyah yang terus mengalir,” jelasnya dalam Jumpa Blogger Sun Life: “Mudahnya Berwakaf Melalui Asuransi Syariah”, The Hook Resto, Jakarta (9/9/17).    




Wakaf Manfaat Asuransi    

Berkat perhatian Sun Life, masyarakat kini lebih mudah menjalankan amalan yang makin inovatif ini. Bersama Asosasi Syariah, Sun Life meminta fatwa tentang berwakaf melalui asuransi syariah kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Maka pada Oktober 2016 keluarlah Fatwa DSN-MUI No. 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah. Sejak itu, Sun Life mendapat amanah menjalankan program wakaf melalui asuransi syariah.

Kita bisa pilih, mau berwakaf dari manfaat asuransi atau manfaat investasi. Ibu Aan, sapaan akrab Ibu Srikandi, menjelaskan aturan tiap skema tersebut

Dalam produk asuransi konvensional, kita mengenal istilah Uang Pertanggungan. Di Asuransi Syariah disebut Uang Santunan. Dalam Asuransi Syariah, kalau seorang meninggal dunia, dia bisa mewakafkan manfaat santunan asuransinya.

Misal, saya berasuransi dan ingin berwakaf. Saya membuat perjanjian mengikat dengan ahli waris menyatakan persetujuan. Bahwa kalau saya meninggal dunia, sebagian manfaat asuransi untuk wakaf. Setelah itu diadakan ikrar wakaf. 

Namun ikrar baru akan berlaku kalau saya sudah meninggal. Sekarang  baru perjanjian antara ahli waris saya dengan nadzir. Ketika saya meninggal, manfaat asuransi yang boleh diwakafkan maksimum 45%.


Wakaf Manfaat Investasi

Peserta asuransi syariah Sun Life juga bisa berwakaf saat masih hidup, dengan Wakaf Manfaat Investasi. Maka, produk asuransi itu harus mengandung unsur investasi. Sehingga punya nilai investasi yang bisa diwakafkan. Peserta asuransi dapat memantau hasil investasi dari ponsel dengan mengunduh aplikasi My Sun Life Indonesia   

Fatwa menyatakan, yang boleh diwakafkan maksimum 1/3 dari nilai investasi. PT Sun Life Financial Indonesia melakukan penyesuaian dari porsi yang disebutkan di fatwa. Peserta asuransi syariah Sun Life bisa berwakaf dengan manfaat investasi maksimum 30%.

Fatwa juga menyebutkan aturan biaya dengan batasan nominal. Agar manfaat asuransi lebih banyak untuk ahli waris dan wakaf. Ujrah; (cost) asuransi di tahun pertama tidak boleh lebih dari 45%. Tahun kedua, dan seterusnya maksimum 50%. 

"Cost dibatasi supaya manfaat wakaf lebih banyak. Karena ghirah produk juga harus sangat sosial, maka biaya sedikit biar manfaat lebih banyak untuk ahli waris dan umat,” jelas Ibu Aan. 

Semua produk asuransi jiwa syariah Sun Life bisa dipakai berwakaf. Produknya antara lain; Asuransi Brilliance Hasanah Fortune Plus, Asuransi Brilliance Amanah, Brilliance Hasanah Sejahtera, Brilliance Hasanah Protection Plus, dan Brilliance Hasanah Maxima. 

Sun Life bermitra bersama 174 lembaga wakaf, termasuk Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat. Cara berwakaf melalui asuransi syariah Sun Life dapat dilihat di sini




Lebih Disiplin

Jumpa Blogger juga menghadirkan Wakil Ketua BWI, Nadratuzzaman Hosen. Bapak Nadra memaparkan, dengan berwakaf melalui asuransi syariah, kita jadi lebih disiplin menunaikannya.

“Selama ini kita kumpulkan uang. Sudah banyak barulah berwakaf. Tapi dengan berwakaf melalui asuransi syariah kita jadi lebih disiplin. Kita mengatur perencanaan wakaf selain perencanaan asuransi,” pungkasnya.  

Hadir juga sebagai narasumber Senior Manager Digital Marketing Sun Life, Ahmad Emir Farabi. Pak Ahmad menyampaikan, Sun Life merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama di Indonesia yang memisahkan distribusi unit bisnis konvensional dan syariah. 

Dari pemaparan narasumber, penulis teringat sahabat Rasullah, Ustman bin Affan yang mencontohkan dahsyatnya wakaf. Lewat negosiasi dan strategi cerdas, Utsman berhasil membebaskan sumur di Madinah. 

Seluruh masyarakat negeri pun menikmati manfaatnya. Bahkan, wakaf sumur Utsman hingga hari ini masih tercatat dan dirasakan faedahnya. Sungguh amal jariyah yang terus mengalir dan tiada putus.     

Kini teladan sahabat dari generasi terbaik sepanjang jaman itu hadir dalam fitur Wakaf melalui Asuransi Syariah Sun Life. Kita tetap bisa memberi warisan kepada keluarga. Sekaligus menabung untuk akhirat, dengan terus memberi faedah bagi yang hidup. Dengan demikian, lewat Asuransi Syariah Sun Life, kita Berwakaf #LebihBaik.









Raih Jaminan Penghasilan bersama CNI dan i-Plan 2017




Apa keunggulan perusahaan berpengalaman? Banyak. Menyebut beberapa; punya inovasi, kualitas, layanan, dan jaringan, yang terpadu dalam satu rencana lengkap pemasaran. Berkiprah 31 tahun, CNI hadir dengan i-Plan 2017: rencana pemasaran inovatif yang memberi kepastian anggota mendapat penghasilan tiap periode (dihitung dalam 2 periode kalkulasi per bulan). Belum ditambah sejumlah komisi menarik hingga kesempatan berlibur ke luar negeri. Penasaran ya. Yuk  rekan-rekan sejawat, kita pahami potensinya.

Lokakarya ISB dan CNI Indonesia: Peluang Bisnis Narablog Piawai


Ingat dialog Spiderman: Homecoming (2017) ketika Tony Stark merayu Peter Parker bertemu jurnalis? Dia harus meyakinkan Pete, mereka jurnalis ‘betulan’ bukan blogger (narablog). “Behind this door are real journalists, not bloggers,” tandas Stark. Sebagai narablog saya tertawa getir. Sejak itu, sentilan Stark selalu terngiang, hingga saya mengikuti Workshop Indonesian Social Blogpreneur bersama CNI Indonesia “10 Quick Tips On Content Marketing”, Plaza Festival, Jakarta (27/8/17).